Waduk Dabbung

Salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Desa Macajah yaitu Waduk Dabbung.

Kampung Terasi

Terasi Macajah dikenal enak dan tahan lama. Di desa ini kita dapat membawa oleh-pleh terasi

Lopes Macajah

Salah satu kuliner khas Macajah yaitu Lopes. Makanan dari ketan ini berbeda dengan lopes dari daerah lain karena dibuat dengan berbagai warna yang menarik.

Pantai Masaran

Pantai Masaran merupakan destinasi wisata alam barti di Desa Macajah. Di pantai ini pengunjung dapat menyaksikan secara langsung aktifitas para nelayan Macajah

Batik Tulis Madura

Macajah juga memiliki sentra industri batik tulis Tanjung Bumi yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi

Wednesday, August 10, 2016

Penutupan KKN Desa Macajah Berjalan Sakral



     
  

Setelah hampir satu bulan mngabdi di Desa Macajah, mahasiswa/I anggota Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 81 akhirnya telah menuntaskan rangkaian program kerja yang dibuat. Sebagai penutup, mahasiswa/I Univeritas Trunojoyo Madura tersebut mengadakan malam puncak pengajian umum dan tahlil bersama warga Desa Macajah, Tanjung Bumi. 

            Acara pengajuan ini dihadiri oleh salah satu ustad kondang di Desa Macajah, yaitu Ustadz Tayyib. Acara diawali dengan tahlil bersama, lalu dilanjutkan dengan acara inti, yaitu siraman rohani dari Ustadz Tayyib, dan terakhir do’a. Suasana sakrl nampak menghiasi acra pada malam hari itu. Bahkan, tak jarang linangan air mata para jama’ah berjatuhan ketika Ustadz Tayyib memimpin sholawatan.

            Dalam ceramahnya, Ustadz Tayyib berpesan supaya mahasiswa dapat memanfaatkan seluruh ilmu dna pengetahuannya untuk hal-hal yang baik. Tidak hanya berupaya mncerdakan diri secara intelektual, namun juga emosonal dan spiritual. Sbab, kecerdasan yang hakiki tidak hanya salah satu diantara jenis kecerdasan tersebut, melainkan ketiga kecerdasan tersebut sekaligus.


            Usai acara, mahasiswa/i KKN tak lupa bercengkerama dan beramah tamah dengan warga Macajah yang hadir. Mereka juga mngajak para warga brfoto brsama sebagai kenang-kenangan yang akan dibawa pulang.

SEMANGAT: Anak-anak Macajah Ikuti Lomba-lomba Gembira


         

Dua puluh enam hari sudah mahasiswa Kuliah Kerjaa Nyata (KKN) kelompok 81 Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan berbagai rogram pengabdian masyarakat di Dsa Macajah, Kecamatan tanjung Bumi. Salah satunya yaitu program kerja “Macajah Cerdas”. Sebuah program dimana mahasiswa menyalurkan ilmu dna pengetahuaannya kepada para pelajar Sekolah Dasar (SD) yang membutuhkan.


            Untuk menutup seluruh rangkaian program Macajah Cerdas, mahasiswa KKN mengadakan lomba-lomba gmbira bagi anak-anak SD se-Macajah. Lomba ini dilaksanakan di Posko KKN 81, tepatnya di Balai Desa Macajah. Lomba diadakan setelah dilaksanakannya senam pagi bersama ibu-ibu PKK dan peresmian Kampung Terasi. Lomba tersebut diantaranya: lomba himpit balon dan lomba estafet mengangkut air dalam gelas.

            Lomba yang pertama diikuti oleh lebih dari 30 peserta. Lomba ini menanamkan nilai-nilai sportifitas dan kerjasama tim. Tidak hanya itu, lomba ini juga mengajarkan rasa percaya diri, karena masing-masing peserta dituntut berjoget di depan umum tanpa harus sungkan atau malu. Akhirnya, stelah final dua kali, terpilihlah tiga pemenang.


            Lomba pun dilanjutkan dengan lomba estafet mengangkut air di dalam gelas. Lomba ini dilakukan secara berkelompok, yaitu sekitar 6 orang. Masih dengan tujuan yang sama, bahwa lomba ini menanamkan nilai-nilai sportifitas dan kerjasama tim. Lomba ini juga mengajarkan nilai-nilai kemandirian dan pantang menyerah. Akhirnya, setelah mlewati beberapa babak final, terpilihlah tiga kelompok pemenang yang paling banyak mengumulkan air dari dalam gelas.

Kini, Limbah Buah Busuk di Macajah Disulap Menjadi Pupuk

     
 
 Buah adalah salah satu bahan makanan yang mudah menjadi limbah tak berguna. Apalagi, buah-buahan yang dijual di pasar-pasar tradisional, lalu belum laku atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Atas dasar itulah, muncul sebuah gagasan untuk memanfaatkan buah busuk yang melimpah menjadi barang-barang berguna, yaitu pupuk. 

Pembuatan pupuk oragnik dari buah-buahan memiliki banyak manfaat. Selain dapat dimanfaatkan oleh para penjual buah, langkah ini juga sangat membantu para petani yang membutuhkan pupuk. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh, salah satunya yaitu murah dan pupuk yang dihasilkan pun ramah lingkungan.

            Warga Desa Macajah, Tanjung Bumi kini mengaplikasikan gagasan pembuatan pupuk organik cair (POC) tersebut dari buah-buahan busuk. Gagasan ini dilakukan setelah warga desa Macajah mengikuti Pelatihan Pembuatan Pupuk dari Buah-Buahan Busuk yang dilakukan oleh mahasiswa/i KKN dari Universitas Trunojoyo Madura pada awal Agustus 2016 lalu.


Warga Desa Macajah sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Dusun Dabbung tersebut. Dalam sesi diskusi dan Tanya jawab pun, para petani yang menjadi peserta juga aktif bertanya mengenai pertanian. Dan kini, warga Desa Macajah telah mengaplikasikan pelatihan yang diterimanya untuk membuat pupuk dari buah-buahan busuk.

Boneka Tak Harus Mahal. Anak Macajah Membuktikannya!



Botol plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sulit diuraikan. Jumlahnya yang melimpah tidak sebanding dengan pemanfaatannya. Terlebih tidak banyak orang yang tau bagaimana cara mengolah sampah botol plastik. Umunya masyarakat langsung membuangnya ke tukang loak dan sebagian masyarakat langsung membuangnya atau membakarnya.

Oleh karena itu, kami “KKN 81” Universitas Trunojoyo Madura memberikan cara yang tepat dan mudah dalam mengelolah sampah botol plastic agar lebih bermanfaat, terutama dalam peningkatan kreatifitas pemanfaatan barang bekas bagi siswa-siswa SD. Botol bekas yang dianggap sebelah mata dan tidak berguna digunakan sebagai bahan utama dalam kerajinan tangan dari pemanfaatan barang bekas.

Tahap awal, sediakan botol bekas dua unit, cat minyak sesuai warna yang diingnkan, kuas, dan kain perca. Dalam pembuatan boneka botol bekas, lebih dianjurkan menggunakan botol dari minuman softdrink seperti sprit, coca-cola, big cola dll. Tahap berikutnya, potong tiap botol menjadi dua bagian, ambil bagian bawah dari tiap botol. Kemudian gabungkan kedua bagian bawah botol tersebut. Gambar bagian wajah dan perut membentuk pola pinguin. Selanjutnya aplikasikan warna dasar putih, dan warna lain sesuai dengan pola hingga sesuai warna penguin yang diinginkan. Pada bagian atas boneka penguin, aplikasikan warna sesuai selera. Tahap akhir beri syal dan tali topi yang dibuat dari kain perca.


Respon para siswa-siswi SD sangat antusias dalam kegiatan kerajinan tangan dari botol bekas. Meskipun tahapan dalam pembuatan membutuhkan alokasi waktu yang lama dan proses pembuatan yang cukup kompleks. Kegiatan ini dilaksanakan pada pertemuan terakhir proses bimbingan belajar diluar jam sekolah, agar memberikan kesan yang berkenang sebagian dari hasil kerajianan dari pemanfaatan botol bekas diberikan kepada siswa-siswi dan sebagian lainya dijadikan sebagai bukti dari adanya program kerja “macajah cerdas”

Reboisasi Pantai Masaran



Tanjung Bumi dikenal sebagai kawasan batik tulis terbesar di Madura. Bukan hanya hasil produksinya yang telah mendunia, namun juga nama Tanjung Bumi itu sendiri. Hal ini berdampak positif karena dapat menjunjung tinggi nama Bangkalan di bidang pariwisata budaya. Namun, kepopuleran batik tulis Madura tidak diikuti oleh pengembangan wisata lainnya yang ada di Kabupaten Bangkalan. Salah satunya yaitu objek wisata alam di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Pantai Masaran adalah salah satu objek wisata alam yang berlokasi di Dusun Masaran, Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Sebagaimana disebutkan di atas, sejumlah objek wisata alam di Tanjung Bumi kurang dikembangkan dengan baik, sehingga kurang dikenal oleh masyarakat umum. Begitu pula dengan Pantai Masaran. Pantai ini belum memiliki fasilitas memadai untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Salah satu yang krusial yaitu kurangnya area pepohonan mangrove di sekitar pantai. Padahal, pohon mangrove berperan besar dalam mencegah abrasi dan menjadikan lingkungan pantai lebih teduh.


Kurangnya area pepohonan mangrove di sekitar pantai berkibat pada rendahnya jumlah pengunjung Pantai Masaran. Bahkan, sebaran asal pengunjung hanya didominasi oleh masyarakat Bangkalan sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan pendapatan warga Bangkalan yang menggantungkan hidupnya dari Pantai Masaran. Tidak hanya itu, kehidupan warga di sekitar pantai juga terancam akan adanya abrasi atau bencana alam lainnya yang membahayakan.

Berangkat dari latar belakang di atas, kami bermaksud mengadakan kegiatan penanaman pohon bertema “Pohon Untuk Macajah” sebagai salah satu pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang kami ikuti di semester genap tahun 2016. Adapun pelaksanaan program ini tidak terlepas dari tema yang diangkat pada KKN tahun ini, yaitu: Peningkatan Daya Saing melalui Inovasi Potensi Sumberdaya Lokal. Maka dari itu, kami memohon kerjasama dengan Dinas terkait di Kabupaten Bangkalan untuk memberikan bantuan materi berupa bibit pohon mangrove yang akan ditanam di sekitar Pantai Masaran. Kami juga membuka lebar segala bentuk bantuan yang dapat menunjang pelaksanaan program kerja kami.

Tujuan Proker
1.    Pengenalan pantai Masaran kepada publik,
2.    Memberikan bahan edukuasi kepada siswa-siswi SMA untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,
3.    Sebagai bentuk kontribusi anggota KKN 81 dalam memberdayakan masyarakat di sekitar Pantai Masaran yang terletak di Desa macajah,
4.    Sebagai wadah silaturahmi dan diskusi anggota KKN 81 dengan aparat Desa Macajah dan camat Tanjung Bumi.

Pupuk Ramah Lingkungan



Desa macajah merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Tanjung Bumi, terdiri dari enam dusun yakni Budhuk, Guweh, Dabbung, Masaran, Nyancangan, Pengalangan. Dari ke enam dusun tersebut profesi masyarakat berbeda-beda sesuai dengan sumber daya alam yang ada. Namun, pada umumnya profesi masyarakat lebih dominan sebagai Nelayan, meskipun tidak sedikit yang berprofesi sebagai petani, sedangkan sisanya berprofesi sebagai pegawai negeri dan produsen batik yang telah mencapai pasar luar negeri. Sehingga produk yang menjadi andalan dari desa macajah meliputi Terasi, Batik Tulis, dan Ikan Teri.

Kehadiran pasar tradisional yang ada disekitar jalan raya menjadi jantung kehidupan bagi masyarakat macajah dan sekitarnya. Pasar akan ramai ketika hari menjelang siang, sehingga kepadatan jalan raya tidak dapat dihindari lagi. Berbagai jenis dagangan yang dijual di pasar tersebut, meliputi sayuran, hasil laut, buah-buahan, bumbu dapur, dan pakaian. Namun, melihat pemandangan yang sangat tidak asing dipasar, seperti sampah buah-buahan, plastik dan kertas-kertas bekas menjadi masalah tersendiri.


Oleh karena itu, melihat adanya peluang yang dapat dikembangkan dari sampah-sampah pasar tersebut, khususnya buah-buahan busuk dapat di olah menjadi pupuk pertanian yang ramah lingkungan. Selain menjadi produk pertanian yang unggul, para petani akan memiliki pengetahuan baru tentang pertanian yang berkelanjutan, pertanian yang berkelanjutan akan berdampak positif pada lahan pertanian dimasa depan. Baik dari kesehatan tanah, organisme kecil, rantai makanan terlindungi serta kesehatan masyarakat.
Berkaca dari hal-hal diatas, pelatihan pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu solusi menghadapi ketersediaan sampah buah-buahan yang melimpah. Masyarakat dapat membuat sendiri di rumah karena tahapan pembuatan yang sederhana, bahan-bahan untuk pembuatan pupuk juga mudah didapatkan. Sehingga, disamping petani mendapatkan pengetahuan baru dan produk mandiri, secara tidak sengaja petani juga mengurangi sampah pasar yang menganggu lingkungan.

Tujuan Program Kerja
1.    Memanfaatkan bahan-bahan sisa dari pasar, maupun rumah tangga.
2.    Memberikan wawasan kepada petani tentang pupuk organik yang ramah lingkungan.
3.    Mensosialisasikan pertanian yang berkelanjutan dengan penggunaan bahan organik yang berasal dari alam


Pemetaan Wisata Budaya Masyarakat Pesisir

Tanjung Bumi dikenal sebagai kawasan batik tulis terbesar di Madura. Bukan hanya hasil produksinya yang telah mendunia, namun juga nama Tanjung Bumi itu sendiri. Hal ini berdampak positif karena dapat menjunjung tinggi nama Bangkalan di bidang pariwisata budaya. Namun, kepopuleran batik tulis Madura tidak diikuti oleh pengembangan wisata lainnya yang ada di Kabupaten Bangkalan. Salah satunya yaitu objek wisata alam di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.



Pantai Masaran adalah salah satu objek wisata alam yang berlokasi di Dusun Masaran, Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Sebagaimana disebutkan di atas, sejumlah objek wisata alam di Tanjung Bumi kurang dikembangkan dengan baik, sehingga kurang dikenal oleh masyarakat umum. Begitu pula dengan Pantai Masaran. Pantai ini belum memiliki fasilitas memadai untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Salah satu yang krusial yaitu kurangnya area pepohonan mangrove di sekitar pantai. Padahal, pohon mangrove berperan besar dalam mencegah abrasi dan menjadikan lingkungan pantai lebih teduh.


Kurangnya area pepohonan mangrove di sekitar pantai berkibat pada rendahnya jumlah pengunjung Pantai Masaran. Bahkan, sebaran asal pengunjung hanya didominasi oleh masyarakat Bangkalan sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan pendapatan warga Bangkalan yang menggantungkan hidupnya dari Pantai Masaran. Tidak hanya itu, kehidupan warga di sekitar pantai juga terancam akan adanya abrasi atau bencana alam lainnya yang membahayakan.
Berangkat dari latar belakang di atas, kami bermaksud mengadakan kegiatan penanaman pohon bertema “Pohon Untuk Macajah” sebagai salah satu pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang kami ikuti di semester genap tahun 2016. Adapun pelaksanaan program ini tidak terlepas dari tema yang diangkat pada KKN tahun ini, yaitu: Peningkatan Daya Saing melalui Inovasi Potensi Sumberdaya Lokal. Maka dari itu, kami memohon kerjasama dengan Dinas terkait di Kabupaten Bangkalan untuk memberikan bantuan materi berupa bibit pohon mangrove yang akan ditanam di sekitar Pantai Masaran. Kami juga membuka lebar segala bentuk bantuan yang dapat menunjang pelaksanaan program kerja kami.

Tujuan Proker
1.  Pengenalan pantai Masaran kepada publik,
2.  Memberikan bahan edukuasi kepada siswa-siswi SMA untuk menjaga dan     
     melestarikan lingkungan,
3. Sebagai bentuk kontribusi anggota KKN 81 dalam memberdayakan masyarakat di sekitar Pantai Masaran yang terletak di Desa macajah,
4. Sebagai wadah silaturahmi dan diskusi anggota KKN 81 dengan aparat Desa Macajah dan camat Tanjung Bumi.