Friday, January 19, 2018




Salah satu potensi wisata industri di Desa Macajah yaitu fasilitas eduwisata Kampung Terasi. Desa Macajah memang  terkenal akan industri terasinya yang melimpah. Oleh karena itu, muncul gagasan untuk mem-branding atau memberi label Desa Macajah dengan sebutan Kampung Terasi. Label tersebut tidak hanya sebutan semata, namun juga dapat dimanfaatkan sebagai jalan dibukanya wisata industri terasi di Macajah.

Terasi Macajah dikenal memiliki rasa yang enak dan tahan lama. Hasil industri terasi di Desa Macajah telah didistribusikan hingga luar daerah Madura, diantaranya: Surabaya, Jakarta, dan Bali. Bahkan, salah satu industri terasi di Macajah mendapatkan penghargaan dari sebuah kompetisi produk unggulan di Jakarta.
 Salah satu ciri khas terasi Macajah yaitu bahan bakunya terbuat dari ebi murni, tanpa campuran ikan ataupun tepung. Cara pembuatannya juga berbeda dengan terasi pada umumnya, yaitu dilakukan dengan cara ditumbuk, bukan digiling. Sehingga, hasilnya lebih enak dan tahan lama. Bentuk terasi Macajah juga unik, yaitu berbentuk silinder. Jadi, mudah dikenali di pasaran.
Melihat besarnya potensi industri terasi di Macajah, muncul sebuah harapan mendirikan Kampung Terasi. Fasilitas ini akan membuka pelatihan pembuatan terasi tradisional, serta menjadi pusat oleh-oleh terasi pertama di Indonesia. Untuk mewujudkan harapan tersebut, pada tanggal 31 Juli 2016 dilakukan Konferensi Kampung Terasi yang diikuti oleh kelompok produsen terasi se-Macajah. Pada acara tersebut, produsen terasi memperoleh seminar tentang strategi pemasaran dan dilanjutkan dengan diskusi pembentukan Kampung Terasi.
Acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Trunojoyo Madura itu pun mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Desa Macajah. Warga Desa Macajah yang menghadiri acara tersebut setuju atas rencana dibentuknya Kampung Terasi di Macajah, serta mengatakan siap untuk mengembangkan industri terasi Macajah lebih maju lagi.

0 comments:

Post a Comment