Friday, August 5, 2016



A.  Kesuburan Tanah


Tingkat kesuburan tanah di Desa Macajah termassuk kurang, karena lingkungan desa yang didominsasi daerah pesisir dan berbentuk tegalan. Sehingga, kondisi tanah di masing-masing dusun cenderung gersang dan kering. Hal ini dibuktikan oleh data yang dihimpun Kabupaten Bangkalan pada tahun 2010, bahwa: tanah seluas 144 Ha di Desa Macajah termasuk subur, 41 Ha sedang, sementara 468 Ha lainnya termasuk tidak subur atau kritis.
No
Tingkat Kesuburan
Luas (Ha)
1.
Sangat subur
­-
2.
Subur
144
3.
Sedang
41
4.
Tidak subur/ Kritis
468




Data lainnya menunjukkan, bahwa 283 Ha lahan di Desa Macajah dalam kondisi kritis, serta 468 Ha lainnya termasuk lahan pasang surut. Tak heran, sejumlah lahan di Desa Macajah tidak diperuntukkan sebagai lahan pertanian. Meskipun di beberapa dusun, seperti Dabbung, Guweh, dan Pangalangan terdapat banyak warga yang menjadi petani, namun para petani mengaku hasil tanaman mereka kurang baik.
B.  Curah Hujan

Berdasarkan data yang dihimpun Balai Pusat Statistik Kabupaten Bnagkalan, curah hujan di Desa Macajah yaitu sekitar 12,1 mm/ tahun. Jumlah tersebut termasuk minim, karena menandakan intensitas terjadinya hujan di Desa Macajah juga minim. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingkat kesuburan tanah di Desa Macajah termasuk rendah.
C.   Topografi

Desa Macajah berada pada ketinggian 2-200 meter dari laut. Sedangkan kemiringan tanah di Desa Macajah didominasi oleh kondisi tanah bergelombang, yaitu seluas 63,002 Ha (50,45%). Selanjutnya yaitu kondisi tanah datar seluas 56,738 Ha (45,43%). Sisanya yaitu kondisi tanah curam seluass 4,427 Ha (3,54%) dan sangat curam seluas 721 Ha (0,58%). 

Kemiringan Tanah
Luas (Ha)
Presentase (%)
Datar (0-2 Derajat)
56.738
45,43
Bergelombang (2-15 Derajat)
63.002
50,45
Curam (15-40 Derajat)
4.427
3,54
Sangat curam (>40 Derajat)
721
0,58


D.   Peruntukan Lahan

Lahan seluas 465.50 Ha di wilayah administrasi Desa Macajah telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari pemukiman, pertanian sawah, ladang/ tegal, bangunan, serta sarana rekreasi dan olahraga.
Lahan seluas 2,82 Ha digunakan untuk pemukiman, meliputi: pemukiman ABRI 0,25 Ha dan pemukiman umum 2,57 Ha. Sementara lahan seluas 139 Ha digunakan untuk pertanian sawah, meliputi: sawah irigasi 90 Ha dan sawah tadah hujan 49 Ha. Peruntukan lahan sebagai ladang/tegal adalah yang terbesar, yaitu seluas 468 Ha. Sementara untuk sejumlah bangunan mencapai 25 Ha, meliputi: perkantoran 1 Ha, sekolah 8 Ha, dan pertokoan 16 Ha. Sisanya dimanfaatkan untuk sarana rekreasi dan olahraga, yaitu 0,7 Ha, meliputi: lapangan sepak bola 0,5 Ha dan lapangan bola voli seluas 0,2 Ha.

No
Penggunaan
Luas (Ha)
1.
Pemukiman


a. Pemukiman ABRI
0,25

b. Pemukiman umum
2,57
2.
Pertanian Sawah


a. Sawah Irigasi
90

b. Sawah Tadah Hujan
49
3.
Ladang/ Tegal
468
4.
Untuk Bangunan


a. Perkantoran
1

b. Sekolah
8

c. Pertokoan
16
5.
Rekreasi dan Olahraga


a. Lapangan Sepak Bola
0,5

b. Lapangan Bola Voli
0,2
Berdasarkan data sebaran pemanfaatan lahan di atas, dapat diketahui lahan di Desa Macajah belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini ditunjukkan oleh luas pemukiman umum yang hanya 2,57 Ha, sementara luas ladang/tegal mencapai 468 Ha. Di sisi lain, kondisi ini dapat dimanfaatkan para investor menanamkan modalnya di Desa Macajah.

0 comments:

Post a Comment