Wednesday, August 10, 2016


Ku



liner khas Desa Macajah tidak berbeda jauh dengan macam-macam kuliner khas Madura lainnya. Salah satu ciri kuliner khas Madura yaitu berbumbu, kental, dan bersantan. Beberapa contoh diantaranya yaitu sate, soto, dan rujak.Berikut akan dibahas satu per satu makanan khas Madura yang ada di Desa Macajah.
1.     Kaldu

 Masakan kaldu dalam masyarakat Madura yaitu olahan kacang hijau yang dibumbui. Tidak seperti olahan kacang hijau umumnya yang dibuat olahan kolak, kacang hijau di Madura juga diolah menjadi kuah berbumbu.
Salah satu olahan kaldu yang cukup unik yaitu kaldu kokot. Berbeda dengan kaldu yang biasanya dicampur dengan daging sapi atau ayam, kaldu kokot dicampur dengan kaki sapi. Meskipun terdengar tabu, namun masyarakat Madura mengaku rasa masakan ini cukup lezat dan nyaman di lidah.
Selain jenis kaldu kokot, ada pula yang disebut kaldu soto (kalsot). Makanan yang hanya ada di Madura ini terbuat dari kacang hijau yang dimasak bersama kikil sapi. Kalsot memberikan suatu citarasa yang benar-benar berbeda dari kacang hijau yang biasa di buat bubur santan yang berasa manis. Kalsot dimasak dengan bumbu-bumbu rempah layaknya soto dan dilengkapi dengan tabura bawang merah goreng dan seledri di atasnya membuat masakan ini lebih bercitarasa unik dan nikmat.
2.     Soto Madura

Rasanya hampir di seluruh daerah di Indonesia mengenal salah satu jenis masakan berkuah melimpah ini. Soto yang ada di Madura ini menggunakan bahan dasar yang hampir sama dengan soto pada umumnya. Terdiri dari daging sapi, telur rebus, kentang goreng, dan telur yang direbus ini, soto Madura memiliki citarasa yang tak jauh berbeda dengan soto pada umumnya. Taburan daun bawang, seledri, dan bawang goreng di atasnya menjadikan soto Madura lebih bercitarasa khas.
 Ada keunikan lainnya yang dihadirkan soto Madura, bahwa di masing-masing daerah di Madura soto ini disajikan dengan pendamping yang berbeda. Simaknya, soto Madura yang disajikan di Sumenep. Soto disajikan dengan singkong rebus sebagi pengganti nasi. Keunikan lainnya bahwa soto Madura di Sumenep ini berisikan tauge goreng, bihun, usus sapi, yang dilengkapi dengan daun bawang dan bawang goreng sebagai taburannya. Pelengkap soto ini adalah bumbu kacang yang dicampur petis dan pisang mudang yang dicampur dan diuleg hingga halus.
Lain di Sumenep lain lagi di Pamekasan, soto Pamekasan berbahan baku kentang rebus, tauge dan perkedel ini disajikan dengan kuah yang dibumbui merica dengan bawang putih. Sebagai pendamping makan soto Pamekasan ini, disajikan lontong, bakwan jagung, dan juga rempeyek yang rasanya memang cocok.
Beda lagi dengan soto yang ada di Bangkalan, termasuk di Desa Macajah, Tanjung Bumi. Selain menggunakan daging sapi dalam olahannya, kadang kala soto Bangkalan juga memakain daging ayam atau jeroan sapi untuk isiannya. Disajikan dengan taburan kentang goreng soto Bangkalan ini di siram dengan kuah yang terdiri dari dua jenis, kuah bening dan kuah kuning.

3.     Nasi Jagung

Nasi jagung menjadi mskan khas Madura selanjutnya. Secara kondisi alam Madura memang cocok untuk bercocok tanam jagung. Berdasarkan pengakuan masyarakat, jagung yang ditanam di Madura memiliki citarasa yang lebih enak dbadingkan dengan jagung yang di tanama di daerah lainnya. Kembali ke nasi jagung, jika berkunjung ke Madura anda akan dengan mudah menemukan penjual nasi jagung karena ini memang makanan tradisional masyarakat Madura.
Nasi jagung di Madura menggunakan bahan baku utama adalah jagung yang dicampur dengan sedikit nasi putih yang di jual atau disajikan dalam bakul atau wadah dari bambu.Nasi jagung ini biasanya disajikan dengan pelengkap lauk berupa sayur-sayuran segar, tauge dan kacang panjang. selain itu, lauk berupa urap dan saayur lodeh juga bisa anda pilih sebagai pendamping nasi jagung. Sedangkan untuk pelengkapnya, biasanya nasi jagung disajikan dengan pepes tongkol dan tempe bumbu bali yang akan semakin sedap jika disantap bersama sambal.
4.     Lopes

Selain masakan berbumbu, kuliner khas Madura lainnya yang ada di Desa Macajah yaitu makanan ringan tradisional lopes. Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan aneka bahan makanan, seperti gula aren, parutan kelapa, dan santan. Meskipun makanan ini juga ada di daerah lainnya, namun lopes di Madura memiliki cirri khas tersendiri.
Salah satu cirri khas lopes Macajah yaitu bentuknya yang beragam. Ada yang dibentuk prisma segitiga, pipih, hingga dipelintir menyerupai belut. Selain itu, lopes khas Macajah juga memiliki beragam warna. Biasanya ditambahkan warna-warna mencolok, seperti merah dan hijau.
Jenis jajanan tradisional ini dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional di sekitar Macajah, seperti yang ada di Tanjung Bumi, Bnagkalan. Harganya pun relatif murah, sekitar 3000-7000 rupiah saja per bungkusnya. Namun, kebanyakan orang Madura membuat makanan ini sendiri jika ingin memakannya.

0 comments:

Post a Comment