Saturday, January 20, 2018


Nyancangan berasal dari Bahasa Madura, yaitu panyancangan yang berarti tempat mengikat. Asal mula penamaan dusun ini memiliki sejarah panjang. Konon, dahulu kala ada seorang putri cantik yang ada di Dusun Nyancangan. Putri tersebut akan dipersunting oleh seorang lelaki kaya raya dari luar desa. Lelaki tersebut bermaksud melamar putri dengan membawa banyak perhiasan dan gerabah yang terbuat dari emas.

Agar tidak dicuri oleh kawanan penyamun, lelaki ini  memasukkan seluruh barang yang akan diberikan pada sang putri di sebuah perahu. Perahu ini sendiri diikat pada sebuah jangkar dekat laut yang ada di Nyancangan. Jangkar inilah yang disebut sebagai panyancangan (tempat mengikat).

Setelah sang lelaki menyampaikan maksudnya untuk melamar putri, ternyata respon yang diberikan tidak baik. Sang putri meminta lelaki tersebut menyuguhkan semangkok hati nyamuk dan seember air siwalan. Sang lelaki pun murka. Permintaan tersebut menurutnya tidak masuk akal.

Akhirnya lelaki ini marah dan mengutuk sang putri, “Semoga Engkau tidak mendapat jodoh yang bersarung tinggi,”. Setelah kejadian tersebut, sang lelaki menumpah perahu yang diikatnya di sebuah jangkar sehingga seluruh isinya masuk ke dasar laut.

Soal kutukan itu sendiri dimaksudkan agar sang putri tidak akan pernah mendapat jodoh dari orang-orang yang berasal dari desa sang lelaki. Sebab, di desa lelaki kaya itu, orang-orang mengenakan sarung dengan cara melipatnya hingga lutut. Konon, kebiasaan mengenakan sarung dengan cara tersebut masih ada sampai sekarang. Sehingga, masyarakat di desa itu dikenal dengan cara memakai sarungnya yang tinggi.

0 comments:

Post a Comment