Tuesday, January 23, 2018



Objek pariwisata di Desa Macajah dalam masa perkembangan. Hal ini ditandai oleh sejumlah situs potensial yang masih belum dikembangkan sebagai destinasi wisata. Adapun beberapa objek wisata di Desa Macajah meliputi: wisata alam, bahari, serta industri, dan budaya. Data pariwisata Desa Macajah yang dihimpun oleh Kabupaten Bnagkalan menunjukkan tabel ketersediaan pariwisata Desa Macajah sebagai berikut:

Jenis Pariwisata
Ketersediaan
Alam
Ada
Bahari
Ada
Bukit/ danau
Tidak ada
Hutan
Tidak ada
Agrowisata
Tidak ada
Danau/ sungai
Ada
Peninggalan bersejarah
Tidak ada
Makam wali
Tidak ada
Industri budaya
Ada
Galeri
Tidak ada
Taman bermain
Tidak ada
Wisata buatan
Tidak ada
Museum sejarah/ edukasi
Tidak ada
Wisata lingkungan hidup
Tidak Ada

Selain itu, objek wisata alam yang ada di Desa Macajah, baik yang telah dibuka sebagai destinasi pariwisata maupun yang masih berbentuk potensi wisata, antara lain:
1. Pantai Siring Kemuning
2. Pantai Masaran
3. Gua Macajah
4. Gua Pangalangan
5. Waduk Dabhung

Masing-masing objek wisata di atas tersebar di 6 dusun yang ada di Desa Macajah. Beberapa diantaranya telah lama diketahui masyarakat umum dan dibuka sebagai destinasi wisata. Salah satu contohnya yaitu Pantai Siring Kemuning yang berada di Dusun Budduk. Pantai ini telah lama dibuka sebagai objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Bangkalan, dan menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Bangkalan. 
Akan tetapi, beberapa objek wisata lainnya masih belum dikembangkan secara maksimal. Beberapa objek wisata merupakan situs yang baru ditemukan oleh warga dan mulai dikunjungi oleh warga sekitar Macajah. Misalnya saja Waduk Dabbung di Dusun Dabbung yang sering dikunjungi warga sekitar setiap Minggu atau hari libur lainnya.
Ada pula beberapa situs yang dulunya pernah menjadi destinasi wisata, tapi sekarang telah sepi dan mulai ditinggalkan wisatawan. Contohnya yaitu situs gua di Dusun Guweh dan Dusun Pangalangan. Keduanya pernah dikunjungi oleh banyak warga, namun sekarang tidak ada yang tertarik masuk ke dalamnya. Konon, ada yang beralasan karena hal-hal mistis. Meskipun begitu, kedua situs gua ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. (kkntahun2016/akw)

0 comments:

Post a Comment